Suruh, 22 Februari 2023
Salah satu kekayaan warisan yang dimiliki daerah Kabupaten Semarang berupa batik dengan ciri khas dan keunikan masing-masing batik. Seperti batik Gemawang dari Jambu, batik Patron dari Ambarawa, batik Shibori dari desa Kenteng,dan lainnya.
Dalam rangka memperingati Ulang Tahun yang ke-48 IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) DPC Kabupaten Semarang tahun 2023 yang dirayakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang yang beralamat di Sidomulyo, Kec. Ungaran Tim., Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50514. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 yang bertema " IWAPI bersama Pemerintah mengembangkan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Semarang agar berdayaguna dan Berjaya" dimeriahkan dengan berbagai acara diantaranya 2 macam lomba,yaitu lomba design batik baju pesta tema batik khas Kabupaten Semarang dan lomba Fashion Show batik khas Kabupaten Semarang dengan tema casual yang diikuti oleh kamum ibu-ibu dan pelajar SMK dari 21 SMK se-Kabupaten Semarang dan juga diisi dengan bazar aneka produk UMKM lokal Kabupaten Semarang ,tidak kurang dari 26 stand bazar mulai dari kuliner seperti makanan dan minuman, fashion, kain batik, jasa, biro travel,kriya hingga properti dan juga dari produk kosmetik salah satunya dari produk Viva turut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Pembukaan acara diawali dengan doa. Lalu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menampilkan Mars IWAPI juga Mars Kabupaten Semarang. Setelah itu dilanjutkan dengan laporan ketua panitia dan sambutan-sambutan. Kemudian setelah itu lanjut acara pemotongan kue dan tumpeng juga ramah tamah. Ditampilkan juga persembahan tari "Ayo Dolan Ning Kabupaten Semarang". Dilanjutkan acara-acara lainnya.
Kontingen dari SMK NU Suruh dengan 3 guru pendamping yaitu Ibu Nur Budiyanti, Ibu Yuni Tri Lestari S.Pd. ,dan Bapak Ahmad Nurul Afiq SE. Dan perwakilan 2 siswa atas nama Wahidah Washilatur Rohmah (XII TB) yang mengikuti lomba Fashion Show batik dengan tema casual dan atas nama Rita Risme Enilla (XII TB) yang memperoleh Juara II dalam mengikuti lomba design batik baju pesta tema batik khas Kabupaten Semarang dari 21 SMK se-Kabupaten Semarang.
Berikut daftar pesertanya:
1. SMKN 1 Bancak
2. SMKN 1 Jambu
3. SMKN 1 Kaliwungu
4. SMKN Pabelan
5. SMKN Pringapus
6. SMKN Tengaran
7. SMKN Satu Tuntang
8. SMK Al-Mina
9. SMK Bina Nusantara Ungaran
10. SMK Gajah Mada Pabelan
11. SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa
12. SMK IT Miftahul Ulum Ungaran
13. SMK Muhammadiyah Sumowono
14. SMK Muhammadiyah Suruh
15. SMK Muhammadiyah Ungaran
16. SMK Muhammadiyah Susukan
17. SMK NU Roudlotul Furqon
18. SMK NU Suruh
19. SMK Perintis 29 Ungaran
20. SMK Tarunatama
21. SMK Widya Praja Ungaran
Untuk menggali lebih dalam khasanah batik, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI ) ingin mencoba mengeksplorasikan melalui kegiatan lomba mendesain baju pesta tema batik khas Kabupaten Semarang dan peragaan busana batik lokal khas Kabupaten Semarang.
Latar belakang dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu upaya mendorong UMKM lokal terutama batik khas Kabupaten Semarang , yang disampaikan oleh Ibu Ovi Safitri sebagai Wakil Ketua Umum III Bidang Perdagangan DPC IWAPI Kabupaten Semarang.
Dijelaskan Ibu Ovi, potensi daerah terutama batik dibumi serasi sangat menonjol. Sehingga pihaknya menangkap peluang ini dengan menggandeng pelajar SMK di Kabupaten Semarang untuk dapat mengembangkan diri.
Selain dengan lomba desain batik, pelajar SMK ini juga diberi wadah untuk memamerkan karyanya melalui Fashion Show. Dengan itu ia berharap para generasi memiliki ruang yang lebih luas untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitasnya.
Sementara Bupati Semarang Bapak Ngesti Nugraha mengapresiasi apa yang dilakukan oleh DPC IWAPI Kabupaten Semarang kali ini. Menurutnya, usaha untuk membangkitkan UMKM pasca pandemi termasuk batik juga menjadi salah satu prioritas.
Kami segenap warga SMK NU Suruh mengucapkan " Selamat Ulang Tahun kepada IWAPI Kabupaten Semarang yang telah berjaya selama 48 tahun, semoga semakin maju untuk kedepannya. Terimakasih telah menyelenggarakan lomba yang dapat membuat peserta didik jurusan Tata Busana memiliki ruang yang lebih luas untuk berekspresi dan berkreasi dalam berkarya "
Penulis: Rita Risme Enilla (XII TB), siswa SMK NU Suruh